Penerapan Teknik dan Alat Bantu Manajemen Mutu di Rumah Sakit: Studi Kasus di Bandung

May 2, 2012 § 4 Comments

Manajemen Mutu merupakan suatu konsep manajemen dalam merespon berbagai perubahan internal maupun eksternal, untuk fokus pada tujuan organisasi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggannya dengan memberikan barang dan jasa yang terbaik. Dalam konteks rumah sakit, manajemen mutu menjadi semakin penting dan kritikal mengingat dampaknya terkait dengan nyawa pasien. Mengacu pada WHO,  Rumah Sakit merupakan suatu kesatuan organisasi sosial dan medis, yang berfungsi sebagai (i) penyedia layanan kesehatan yang terjangkau bagi pasien, (ii) lembaga pelatihan bagi para pekerja di bidang medis, (iii) lembaga penelitian sosial dan biologis. Untuk mendukung keseluruhan fungsi tersebut, mutu layanan kepada pasien sebagai efek dari pengelolaan segala aspek operasional rumah sakit merupakan hal yang sangat penting.

Pada dasarnya terdapat banyak metoda, teknik dan tools (alat bantu) dalam manajemen mutu untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses di rumah sakit. Manfaatnya bukan saja untuk mengurangi kesalahan analisis terutama terkait dengan tindakan medis, namun juga berbagai hal positif lainnya bagi peningkatan mutu pelayanan seperti mempercepat waktu proses, memprediksi kemungkinan terjadinya kesalahan, mengurangi biaya operasional, peningkatan kepuasan pasien, dsb.

Berbagai penelitian di banyak rumah sakit luar negeri menunjukkan bahwa penggunaan berbagai teknik dan alat bantu dalam manajemen mutu sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan di rumah sakit. Misalnya Failure Modes and Effect Analysis (FMEA) digunakan Georgia Medicaid untuk menentukan akar permasalahan dari kesalahan dalam sistem tagihan, dan selanjutnya mereka melakukan perbaikan dan mengaplikasikan rekomendasi yang diperoleh dengan FMEA. Berbagai teknik dan alat bantu lain yang telah diaplikasikan diantaranya adalah histogram, diagram pareto, diagram alir, diagram sebab akibat (cause and effect diagram), 5S, diagram kendali (control chart). Contoh Rumah Sakit beserta teknik dan alat bantu ini akan disampaikan dalam artikel terpisah.

Untuk memotret penerapan metoda, teknik dan alat bantu manajemen mutu tersebut di Rumah Sakit Indonesia, kami melakukan sebuah studi yang dalam hal ini baru dilakukan pada sejumlah rumah sakit umum di Kota Bandung. Kuesioner disebarkan kepada para dokter, perawat, manajemen, staf administrasi, dan staf lainnya di 16 rumah sakit umum di kota Bandung. Dari 80 kuesioner yang disebarkan, diperoleh 31 kuesioner dari 7 rumah sakit umum yang dapat digunakan dalam studi ini. Data kuesioner yang dikumpulkan menggunakan skala Likert dan terdiri dari empat bagian, yaitu penggunaan metode dan alat bantu manajemen mutu di rumah sakit saat ini, contoh penggunaannya, persepsi responden mengenai pentingnya penggunaan metode dan alat bantu tersebut, serta alasan mengapa rumah sakit belum menggunakannya.

Hasil studi menunjukkan bahwa teknik dan alat bantu manajemen mutu yang paling banyak digunakan adalah brainstorming, diagram pengelompokan dan hubungan antar data/ide (affinity diagram), dan pemetaan proses (process mapping). Brainstorming digunakan diantaranya untuk mendiskusikan biaya penanganan pasien dan diskusi mengenai layanan di kamar pasien maupun jadwal layanan. Affinity diagram digunakan untuk mengelompokan beberapa permasalahan ke dalam beberapa kategori, sehingga lebih mudah dianalisis. Process mapping digunakan untuk membuat standar prosedur operasi dari berbagai unit. Contoh-contoh penerapannya sangat penting diketahui untuk memvalidasi sejauh mana penggunaan teknik dan alat bantu manajemen mutu di rumah sakit. Dari studi ini ditemukan bahwa sebagian responden masih belum mengetahui manfaat dan cara menggunakan beberapa teknik dan alat bantu manajemen mutu. Fakta ini mengindikasikan bahwa pelatihan dan pengembangan ketrampilan sumber daya manusia di rumah sakit sangatlah diperlukan dalam hal ini.

Walaupun penggunaan teknik dan alat bantu manajemen mutu ini dinilai bermanfaat, namun tingkat penggunaannya di rumah sakit masih sangat minim. Menurut hasil survei, fenomena tersebut terjadi karena beberapa alasan: (1) tidak punya waktu untuk mengikuti prosesnya, (2) tidak mengetahui bagaimana cara menggunakannya, dan (3) pengukuran dinilai tidak memungkinkan untuk dilakukan. Dengan hasil ini, manajemen puncak perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan teknik dan alat bantu manajemen mutu ini dalam meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan di rumah sakit. Peningkatan layanan harus menjadi prioritas utama.

About these ads

Tagged: , , , , , , , , , , , ,

§ 4 Responses to Penerapan Teknik dan Alat Bantu Manajemen Mutu di Rumah Sakit: Studi Kasus di Bandung

  • olinsdiary says:

    ini hanya abstrak sajakah?
    bisa dpt file utuh dan lengkapnya gimana caranya ya?

    tnx

    • Mursyid Hasanbasri says:

      Studi ini sudah disubmit pada 3rd International Research Symposium in Service Management di Beijing Bulan juli 2012. Insya Allah nanti kalau sudah dipublikasikan dalam bentuk prosiding akan dishare di sini.

  • vivi says:

    Ditunggu publikasinya, karena saya sangat tertarik akan permasalahan ini.. thx

    • Mursyid Hasanbasri says:

      Terima kasih bu vivi atas minatnya. Btw, sebenarnya studi ini baru mengungkapkan bagaimana perspektif sebagian rumah sakit melihat berbagai teknik dan tools dalam proses perbaikan di rumah sakit. Bagaimana mengubah mindset dan kemudian mengimplementasikannya adalah PR sesungguhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Penerapan Teknik dan Alat Bantu Manajemen Mutu di Rumah Sakit: Studi Kasus di Bandung at .

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: