Paradigma Baru dalam Akreditasi Rumah Sakit 2012

May 7, 2012 § 2 Comments

Pada tanggal 26 November 2011 yang lalu, PERSI Jabar menyelenggarakan Seminar Sehari tentang Bagaimana Rumah Sakit di masa depan dapat memiliki daya saing. Strategi yang dipromosikan dalam seminar ini adalah Akreditasi Rumah Sakit Indonesia 2012. Materi seminar disampaikan oleh DR. dr. Sutoto, MKES (Ketua Pengurus Pusat PERSI). Memang isu akreditasi ini bukan hal yang baru. Namun demikian, ada beberapa perubahan paradigma dalam proses akreditasi RS 2012 ini. Apa saja ya?

Disampaikan dalam seminar ini beberapa pergeseran paradigma dalam penilaian akreditasi RS 2012, diantaranya:

  1. Tujuan akreditasi bukan lagi “kelulusan”, tetapi harus secara efektif/nyata  terjadi “peningkatan mutu” dalam segala aspek pengelolan dan pelayanan.
  2. Dalam upaya memenuhi kriteria standar internasional, instrumen akreditasi antara lain mengacu pada instrumen JCI (Joint Commission International)
  3. Berfokus pada Kepentingan Pasien
  4. Berorientasi pada “Keselamatan Pasien” (Patient Safety)
  5. Kesinambungan pelayanan, maka sangat memperhatikan detail data.  Contohnya (i) Checklist pada proses transfer (serah terima) pasien antar unit pelayanan (di internal RS) maupun antar Sarana Pelayanan Kesehatan (external RS)       (ii) Komunikasi dan informasi yang lengkap dan akurat (merupakan hal mutlak).
  6. Di masa lalu,  akreditasi ibarat “potret” (melihat keadaan sesaat di satu titik waktu), berubah  menjadi ibarat “video” yakni melihat dinamika rangkaian proses secara lengkap dan terpadu.
  7. Penilaian menggunakan “metoda telusur”, yang semuanya berawal dari Pasien. Dokumen (SOP) sebagai hal mendasar selanjutnya dinilai apakah implementasinya konsisten dan efektif.
  8. Masa lalu hasil penilaian akreditasi berupa ke-“lulus”-an, berubah menjadi “Tingkat/level Pencapaian”4 level: Dasar (4 bab);  Madya (8 bab); Utama (12 bab) dan Paripurna (15 Bab). Dengan demikian pada setiap penilaian akreditasi ada hal-hal  yang harus diperbaiki sebagai “pekerjaan rumah”*  bagi RS, dan hasil perbaikannya akan dinilai pada akreditasi periode berikutnya, yang akan menentukan apakah RS mampu mencapai tingkat/level yang lebih tinggi.

*analog dengan OFI (Oportunity For Improvement) pada instrumen Malcolm Baldridge Criteria

Tagged: , , , , , , ,

§ 2 Responses to Paradigma Baru dalam Akreditasi Rumah Sakit 2012

  • Ery Djunaedy says:

    Tidak ada kriteria konsumsi energinya sama sekali? Apakah tingkat ketersediaan udara segar dimasukkan ke dalam kriteria keselamatan pasien? Apakah tingkat pencahayaan alami dimasukkan ke dalam tingkat kenyamanan pasien?

    • Mursyid Hasanbasri says:

      Thanks kang ery sudah kasih komentar. Saya sendiri belum mendalami betul aspek patient safety ini. Dugaan saya rumah sakit di Indonesia masih tertinggal soal patient safety ini, khususnya masalah implementasi. Kami akan senang sekali kalau kang ery dapat sharing kepakaran di bidangnya untuk dimasukkan sebagai bagian dari elemen patient safety. Atau kang ery dapat sharing bagaimana rumah sakit di luar negeri mengadopsi konsep ini. Makin banyak yang kontribusi ide, pemikiran dan tentu saja aksi, saya yakin rumah sakit di indonesia dapat berlari lebih kencang dalam melayani pasiennya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Paradigma Baru dalam Akreditasi Rumah Sakit 2012 at .

meta

%d bloggers like this: